Tuesday, 4 September 2012

BERHENTILAH MENYESAL...

BERHENTILAH MENYESAL...

 
"..Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis" (QS53:43) "..tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah (QS64:11) "...pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya" (QS14:25)
Jadi berhentilah menyesal..


Tak usah memulai hari mu dengan menyesal,Ingatlah lagi bahwasannya semua sudah terencana dalam pere
ncanaan Nya yang sempurna. Tuhanmu tidak akan merugikanmu sedikitpun. Berhentilah menyesal, lepaskanlah..

Wahai jiwa jiwa yang telah dipercaya untuk terbangun dipagi ini, jangan luangkan waktu berhargamu untuk menyesal, karena penyesalan hanya akan menambahkan beban dan menjadi kerikil yang menutup celah celah kebahagiaan dihatimu. .

Selama itu hatimu menyesal, selama itulah ragamu tertindih oleh beban yang kamu fikirkan.
Selama itu pula ketajaman mata hatimu tidak berfungsi, bahkan buta dan memandang Dunia ini buruk. Padahal dunia ini bukan tempat untuk menyesal,

Dunia ini indah dan menakjubkan, isinya ini telah Allah cukupkan untuk seluruh mahluknya - mengisi jiwa jiwa dan perut perut mahluknya - hanya saja manusia kadang terlalu rewel, hingga ia tidak benar benar hidup dalam hidupnya.

Manusia terlalu banyak bertanya dan berkomentar, hingga hidupnya seperti raga raga kosong yang tidak bahagia dengan peranan yang telah dipercayakan atas dirinya. Mereka berharap menjadi orang lain atau ingin mengubah lain,.

Begitu meruginya satu raga yang kebahagiaannya dicuri masalalu, padahal dia hidup di hari ini yang seharusnya ia syukuri.

Betapa tidak bersyukurnya sebentuk tubuh yang terbangun dipagi hari dengan segumpal penyesalan, padahal matahari telah tersenyum tulus dengan sinarnya, untuknya melangkah

Saudaraku, jangan berlama lama terdiam ditemani berpotong potong penyesalan sementara waktu terus bergeser, jangan lengah, sadarilah peluru kematian sedang melesat menujumu..

Lepaskanlah, bangkitlah!
Hari sudah siang, hadapi hari hari dan berhati hatilah sebelum kita benar benar terbangun di suatu hari dengan perasaan menyesal yang sebenar benarnya menyesal.

Sungguh hari itu tidak ada lagi cahaya matahari yang setiap pagi menemui mu..
Sungguh hari itu tidak ada lagi warna warna indah yang menghiasi Dunia seperti pagi atau senja yang biasa. Hari itu hanya ada warna hitam..

Hari itu tidak ada lagi kesempatan untuk menyesal, penyesalanmu sudah terlambat.
Bersiaplah, lukiskanlah warna warna indah itu dari sekarang dengan memahami keindahan Al Islam.

Fikirkanlah dalam dalam, sepenting apakah hal yang kamu sesali di dunia ini ?

Berhentilah menyesal, karena Dunia dan isinya ini akan kamu campakan selepas penguburan jasadmu. Jasad yang saat ini kamu banggakan..

Disana hanya ada warna hitam..
Sepi menanti, ditemani debaran ketakutan..

Fikirkanlah, bahagialah..
Jika engkau dapati tubuhmu terbangun dipagi ini, bukankah itu sebuah kebetulan?
Tidak saudaraku, Allah telah mempercayaimu untuk membangun hari ini sebagai persiapan agar ragamu tidak menyesal nanti. Hari ini, hari kemarin dan hari yang akan datang adalah kesempatan..

Jangan manpaatkan untuk menyesal
Berhentilah menyesal, lepaskanlah..

Kepada siapakah penyesalan itu dialamatkan?
Sungguh tuhanmu tidak merugikanmu, dan janji Nya adalah benar..
Kenapa menuduh dusta, padahal prasangka itu sendiri adalah ucapan paling dusta?

Berhentilah..
Melangkahlah lagi.

Hari ini milikmu yang berharga,


Wahai jiwa jiwa yang telah dipercaya untuk terbangun dipagi ini, jangan luangkan waktu berhargamu untuk menyesal, karena penyesalan hanya akan menambahkan beban dan menjadi kerikil yang menutup celah celah kebahagiaan dihatimu. .


Selama itu hatimu menyesal, selama itulah ragamu tertindih oleh beban yang kamu fikirkan.Selama itu pula ketajaman mata hatimu tidak berfungsi, bahkan buta dan memandang Dunia ini buruk. Padahal dunia ini bukan tempat untuk menyesal,


Dunia ini indah dan menakjubkan, isinya ini telah Allah cukupkan untuk seluruh mahluknya - mengisi jiwa jiwa dan perut perut mahluknya - hanya saja manusia kadang terlalu rewel, hingga ia tidak benar benar hidup dalam hidupnya.


Manusia terlalu banyak bertanya dan berkomentar, hingga hidupnya seperti raga raga kosong yang tidak bahagia dengan peranan yang telah dipercayakan atas dirinya. Mereka berharap menjadi orang lain atau ingin mengubah lain,.
Begitu meruginya satu raga yang kebahagiaannya dicuri masalalu, padahal dia hidup di hari ini yang seharusnya ia syukuri.


Betapa tidak bersyukurnya sebentuk tubuh yang terbangun dipagi hari dengan segumpal penyesalan, padahal matahari telah tersenyum tulus dengan sinarnya, untuknya melangkah
Saudaraku, jangan berlama lama terdiam ditemani berpotong potong penyesalan sementara waktu terus bergeser, jangan lengah, sadarilah peluru kematian sedang melesat menujumu..
Lepaskanlah, bangkitlah!


Hari sudah siang, hadapi hari hari dan berhati hatilah sebelum kita benar benar terbangun di suatu hari dengan perasaan menyesal yang sebenar benarnya menyesal.
Sungguh hari itu tidak ada lagi cahaya matahari yang setiap pagi menemui mu..Sungguh hari itu tidak ada lagi warna warna indah yang menghiasi Dunia seperti pagi atau senja yang biasa. Hari itu hanya ada warna hitam..


Hari itu tidak ada lagi kesempatan untuk menyesal, penyesalanmu sudah terlambat.Bersiaplah, lukiskanlah warna warna indah itu dari sekarang dengan memahami keindahan Al Islam.


Fikirkanlah dalam dalam, sepenting apakah hal yang kamu sesali di dunia ini ?
Berhentilah menyesal, karena Dunia dan isinya ini akan kamu campakan selepas penguburan jasadmu. Jasad yang saat ini kamu banggakan..
Disana hanya ada warna hitam..Sepi menanti, ditemani debaran ketakutan..
Fikirkanlah, bahagialah..Jika engkau dapati tubuhmu terbangun dipagi ini, bukankah itu sebuah kebetulan?Tidak saudaraku, Allah telah mempercayaimu untuk membangun hari ini sebagai persiapan agar ragamu tidak menyesal nanti. Hari ini, hari kemarin dan hari yang akan datang adalah kesempatan..


Jangan manfaatkan untuk menyesalBerhentilah menyesal, lepaskanlah..
Kepada siapakah penyesalan itu dialamatkan?Sungguh tuhanmu tidak merugikanmu, dan janji Nya adalah benar..Kenapa menuduh dusta, padahal prasangka itu sendiri adalah ucapan paling dusta?
Berhentilah..Melangkahlah lagi.


Hari ini milikmu yang berharga,

Wednesday, 1 August 2012

Aku Ingin Mencintainya dengan Sebenar..

Ya Allah, betapa aku malu atas apa yang telah engkau berikan sebagai manusia, segala khilaf tertuju padaku, sungguh tidak ada apa-apa pada diriku yang kecil ini.

Segala keluh kesah hanya tercurah padaMu, tidak akan berkat langkahku tanpa redha Mu Ya Rahman. Cahaya Mu, cahaya dalam sepi hidup menjadi senyum ikhlas yang tak putus pada Rahmat Mu, melahirkan kembali kepada fitrah yang suci dengan Selawat yang menggema pada jagat raya Mu.

Sujud yang mengalun merdu dalam sepertiga malam membuat terhanyut dalam ribuan titisan air mata taubat.. Sebiji zarrah pun dihitung baik kebaikan dan keburukan.. Berkatilah kami ya Rabbi..

“aku ingin mencintaiMu setulusnya sebenar-benar aku cinta dalam doa, dalam ucapan, dalam setiap langkahku, aku ingin mendekatiMu selamanya sehina bagaimanapun diriku, kuberharap untuk bertemu denganMu ya Rabbi.. .. “



Ya Rabbi, menghamba padaMu adalah tujuan akhir penantianku, setiap degupan yang berdetak kerana Izin KuasaMu. Setiap langkah yang tak putus beriring dengan Asmamu Ya Rabbi.Dalam sepi, aku sering hilang, tidak mengingati Mu, namun Engkau tetap menjagaku dalam nikmatnya nafas yang ku hembus dalam raga, tak putus-putus Engkau mengingatkanku dan Halusnya Peringatan Mu. Tidak Engkau terus memberikanku hukuman, walaupun betapa kuasanya diriMu Ya Robbi.

Terlena, sungguh aku sering terlena pada pesona nafsu dunia dan diri. Aku ingin kembali, tertunduk pilu dalam sujud syukur kembali pada cahayaMu..